
Description:
Penyakit Tuberkolusis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, prevalensi TB paru dikelompokkan dalam tiga wilayah, yaitu wilayah Sumatera (33%), wilayah Jawa dan Bali (23%), serta wilayah Indonesia Bagian Timur (44%) (Depkes, 2008) Pengobatan TB di Indonesia menggunakan panduan obat anti tuberkuolosis (OAT) dan salah satu efek samping pengobatan ialah hepatotoksisitas(Khadka J malla P). Tes fungsi hati yang umum digunakan ialah pemeriksaan enzim transaminase yaitu kadar SGOT dan SGPT yang akan menunjukkan peningkatan jika terjadi kerusakan atau radang pada jaringan hati. Pada penelitian ini menggunaka metode deskriptif anlitik dengan judul Interpretasi Hasil Liver Profile Pada Pasien Tuberkulosis dengan subjek penelitian yang digunakan adalah darah pasien Tuberkulosis yang sedang menjalani pegobatan di Puskesmas Taman Sidoarjo sebanyak 22 responden. Hasil penelitian memperlihatkan kadar SGOT normal dengan 18 pasien Tb (82%), kadar SGPT normal dengan 20 pasien Tb (90%), dan SGOT abnormal dengan 4 pasien Tb (18%), SGPT abnormal dengan 2 pasien Tb (10%) pada masa pengobatan OAT. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan OAT aman untuk digunakan jika sesuai aturan dan diawasi oleh petugas kesehatan dan diimbangi dengan gaya hidup sehat makan teratur serta gizi tercukupi dengan baik.
Kata kunci: Tuberkulosis paru, OAT, hepatotoksisitas, enzim transaminase, SGOT, SGPT
URL:
https://www.repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/bab_1-5.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM