
Description:
Klebsiella pneumoniae termasuk kedalam bakteri Gram negatif yang memiliki ciri ukuran 0,3–1,5 µm x 0,6–6,0 µm dan bentuk batang (basil). Klebsiella pneumoniae dapat menyebabkan penyakit pneumonia, yang nantinya akan menyerang jaringan paru-paru (alveoli) dan memberikan dampak berupa pembengkakan paru-paru sehingga nantinya lobus kiri dan lobus kanan paru-paru menjadi tidak sama besanya, efek dari penyakitnya yakni demam (panas-dingin), batuk-batuk (bronkhitis), penebalan dinding mukosa dan ber dahak darah. Jeruk nipis dapat diolah menjadi bahan ramuan obat tradisional karena memiliki khasiat sebagai penurun demam, pereda batuk, anti inflamasi, dan antiseptik. Kulit jeruk nipis memiliki khasiat yang bermanfaat sebagai antibakteri sebab banyak mengandung minyak atsiri yang di dalamnya terkandung flavonoid dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk menentukan apakah ekstrak Kulit Jeruk Nipis( Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) dapat menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, dan penelitian ini menggunakan metode difusi, dengan menggunakan sampel Kulit Jeruk Nipis( Citrus aurantifolia (Christm) Swingle) dan bakteri uji Klebsiella pneumoniae. Dari hasil penelitian pada konsentrasi 20% memiliki aktivitas antibakteri kurang efektif dengan rerata luas diameter zona hambat sebesar 7,77mm, sedangkan pada kosentrasi 40% sampai dengan 100% memiliki kategori aktivitas lemah dengan rerata luas diantara zona hambat secara berurutan seluas 10,23, 11,31, 12,14 dan 13,67mm.
Katakunci : ekstrak, kulit jeruk nipis,klebsiella pneumoniae
URL:
https://www.repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/BAB1-530.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
23-08-2021
Author:
ALUMNI D3 TLM