
Description:
Kandungan kimia dalam tanaman leunca antara lain glikoalkaloid solanin, solasonin, solamargin, solasodin, solanidin, diosgenin, tigogenin, atropin, saponin, zat samak, minyak lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vit A dan C, steroid/triterpenoid, alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin, dan tanin. Adanya senyawa Solasodin dan flavonoid mendorong untuk melakukan pengujian leunca sebagai senyawa antifertilitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh seduhan daun leunca terhadap morfologi sperma mencit sebagai antiertilitas. Penelitian ini menggunakan 16 ekot mencit yang dibagi kedalam 4 kelompok yaitu, kelompok kontrol, kelompok perlakuan I, kelompok perlakuan II dan kelompok perlakuan III. Seduhan daun leunca diberikan secara oral setiap hari selama 24 hari. Pada hari ke 25 mencit dikorbankan dan dilakukan pembedahan. Parameter antifertilitas yang dievaluasi pada penelitian ini adalah morfologi spermatozoa mencit dengan pewarna eosin 1%. Data yang diperoleh dari penelitian ini diolah dan dianalisis dengan statistik SPSS dengan uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukan bahwa seduhan daun Leunca dapat meningkatkan jumlah spermatozoa abnormal secara signifikan pada kelompok perlakuan I, II, dan III terhadap kelompok kontrol dengan nilai p<0,05. Kelompok perlakuan III menunjukkan dosis optimal dengan peningkatan jumlah sperma abnormal paling tinggi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian seduhan daun leunca terhadap mencit jantan secara oral menunjukkan adanya pengaruh dalam peningkatan jumlah morfologi spermatozoa abnormal yang selanjutnya dapat dikembangkan.
Kata Kunci : leunca, morfologi, sperma, antifertilita
URL:
https://www.repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/MUTIARA.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM