
Description:
Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Telur asin mempunyai kadar mineral yaitu besi, fosfor, kalsium, tembaga, yodium, magnesium, mangan, kalium, natrium, seng, klorida, dan sulfur. Pada pembuatan telur asin sekarang umumnya menggunakan perendaman air garam cari ini menghentikan cara sebelumnya yaitu dengan cara penyalutan menggunakan serbuk bata merah dan serbuk abu sekam. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui signifikansi perbedaan kandungan elektrolit Na+, K+, Cl¬¬- pada telur bebek dengan cara pengasinan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan tiga jenis pengasinan yaitu pengasinan serbuk bata merah, serbuk abu sekam dan perendaman air garam. pada penelitian saya perendaman dengan menggunakan air garam sebagai pembanding untuk kadar Na+, K+, Cl- dari pengasinan yang disalut dengan serbuk bata merah dan serbuk abu sekam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode potensiometri Ion Selective Elektroda (ISE) yang dilaksanakan pada februari 2019 di Laboratorium Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Pada uji statistik didapatkan perbedaan signifikansi kandungan elektrolit (Na+, K+, Cl-) antara putih telur dan kuning telur dengan pengasinan berbeda.
Kata kunci : Telur asin, Elektrolit, Ion Selective Elektroda (ISE)
URL:
https://www.repository.fikes.umaha.biz.id/uploads/AULIYAH.pdf
Type:
TUGAS AKHIR D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Document:
D-III TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS
Date:
26-08-2019
Author:
ALUMNI D3 TLM